PERKEMBANGAN METODE TAFSIR MENGIKUTI

Al-Qur’an diturunkan Allah kepada ummat manusia dijadikan sebagai hudan, bayyinat, dan furqan.  Al-Qur’an selalu dijadikan sebagai  pedoman dalam setiap aspek kehidupan dan al-Qur’an merupakan kitab suci ummat Islam yang selalu revan sepanjang masa. Relevansi kitab suci ini terlihat pada petunjuk-petunjuk yang diberikannya kepada umat manusia dalam aspek kehidupan. Inilah sebabnya untuk memahami al-Qur’an di kalangan ummat Islam selalu muncul di permukaan, selaras dengan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Allah berfirman: إِنَّ هَذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ “sesungguhnya al-Qur’an memberi petunjuk kepada [jalan] yang lebih lurus”.

Agar fungsi al-Qur’an tersebut dapat terwujud, maka kita harus menemukan makna firman Allah swt saat menafsisrkan al-Qur’an. Upaya untuk menafsirkan ayat-ayat Qur’an untuk mencari dan menemukan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Muhammad Arkon, seorang pemikir Aljazair kontemporer, menulis bahwa “al-Qur’an memberikan kemungkinan-kemungkinan arti yang tak terbatas. Kesan yang diberikan oleh ayat-ayatnya mengenai pemikiran dan penjelasan pada tingkat wujud adalah mutlak.  Dengan demikian ayat selalu terbuka [untuk diinterpretasi] baru, tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal.

Download Materi Selengkapnya PERKEMBANGAN METODE TAFSIR MENGIKUTI

Comments

One Response to “PERKEMBANGAN METODE TAFSIR MENGIKUTI”

  1. supriyanti on Januari 15th, 2011 10:50

    maaf bapak saya ingin ngangsu kaweruh dengan karya bapak bagaimana caranya?

Got something to say?