PERKEMBANGAN METODE TAFSIR MENGIKUTI

Al-Qur’an diturunkan Allah kepada ummat manusia dijadikan sebagai hudan, bayyinat, dan furqan.  Al-Qur’an selalu dijadikan sebagai  pedoman dalam setiap aspek kehidupan dan al-Qur’an merupakan kitab suci ummat Islam yang selalu revan sepanjang masa. Relevansi kitab suci ini terlihat pada petunjuk-petunjuk yang diberikannya kepada umat manusia dalam aspek kehidupan. Inilah sebabnya untuk memahami al-Qur’an di kalangan ummat Islam selalu muncul di permukaan, selaras dengan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Allah berfirman: إِنَّ هَذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ “sesungguhnya al-Qur’an memberi petunjuk kepada [jalan] yang lebih lurus”.

Baca Selengkapnya

SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME GURU

Profesionalisme guru, tentu harus terkait dan dibangun melelui penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas dan pekerjaannya sebagai guru. Kompetensi-kompetensi penting jabatan guru tersebut adalah : Kompotensi profesional, yaitu kompetensi pada bidang substansi atau bidang studi, kompetensi bidang pembelajaran, metode pembelajaran, sistem penilaian, pendidikan nilai dan bimbingan. Kompetensi sosial, yaitu kompetensi pada bidang hubungan dan pelayanan, pengabdian masyarakat. Kompetensi personal, yaitu kompetensi nilai yang dibangun melalui perilaku yang dilakukan guru, memiliki pribadi dan penampilan yang menarik, mengesankan serta guru yang gaul dan “funky” sehingga menjadi dambaan setiap orang, sosok guru yang menjadi tauladan bagi siswa dan panutan masyarakat. Penilaia terhadap profesi guru tidak hanya sekedar pada aspek kualitas, administrasi dan manajemen saja, tetapi masalah guru lebih luas dan kompleks, menyangkut kemampuan profesional, personal, sosial termasuk perilaku dan kurangnya penghargaan yang layak terhadap profesi guru. Penilaian harus dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi pada bidang kependidikan.

Kata Kunci : Sumber daya kependidikan yang berkualitas dan profesional 

Download Materi Lengkap SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME GURU

ASAL USUL DAN KARAKTER MADRASAH

Artikel yang ditulis oleh A.L.Tibawi didasarkan pada artikel DR. Goerge Makdisi yang berjudul “Lembaga-lembaga Pendidikan Muslim pada abad 12 di Bagdad”. Menurut Tibawi artikel George Makdisi merupakan suatu kajian yang teliti, lebih dari sebuah catatan mosaik terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam. Artikel George Makdisi melampaui sebuah tesis atau sudah bisa dikategori sebuah tesis. Artikel ini membahas tentang karakter pendidikan madrasah pada umumnya dan khususnya madrasah yang didirikan oleh “Nizam al-Mulk” di Bagdad. Tetapi pada artikel tersebut Tibawi mempertanyakan beberapa hal dalam artikel tersebut, karena tidak ada dokumen (tidak ada bukti) yang mendukung dan sangat meragukan, untuk itu Tibawi menolak ada alasan untuk menolak beberapa hal yang dikemukakan George Makdisi dalam artikelnya.

Baca Selengkapnya

REFORMASI PENDIDIKAN SUATU KEHARUSAN UNTUK MEMASUKI MILENIUM III

Reformasi merupakan istilah yang amat populer pada masa krisis ini dan menjadi kata kunci dalam membenahi seluruh tatanan hidup berbangsa dan bernegara di tanah air tercinta ini, termasuk reformasi di bidang pendidikan [Suyanto dan Hisyam, 2000:1].

Baca Selengkapnya

TEKNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-ISLAM DAN BAHASA ARAB1

1. EVALUASI HASIL BELAJAR•

Mengukur :

  • Membandingkan sesuatu dengan satu ukuran [kuantitatif] – mengetahui keadaan suatu hal menurut apa adanya yang biasanya dinyatakan dalam bilangan.
  • Menilai : Keputusan terhadap sesuatu ukuran “baik – buruk” [kualitatif] – pemberian makna dari hasil pengukuran dengan suatu acuan yang relevan – sehingga diperoleh hasil kualitas.
  • Evaluasi hasil belajar adalah Langkah mengukur dan menilai. Evaluasi pengajaran – penaksiran atau penilaian terhadap pertumbuhan dan perkembangan mahasiswa yang didasarkan pada tujuan yang telah ditetapkan di dalam kurikulum.

Baca Selengkapnya

PENDIDIKAN ISLAM ALTERNATIF UPAYA MENGEMBANGKAN MADRASAH

Di Indonesia kita kenal, berbagai bentuk dan jenis pendidikan Islam, seperti Pondok Pesantren, Madrasah, Sekolah Umum bercirikan Islam, Perguruan Tinggi Islam dan jenis-jenis pendidikan Islam luar sekolah, seperti Taman Pendidikan al-Qur’an [TPA], Pesantrenisasi dan sebagainya. Kesemuanya itu, sesungguhnya merupakan aset dan salah satu dari konfigurasi sistem pendidikan nasional Indonesia. Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan tersebut, sebagai khasanah pendidikan dan diharapkan dapat membangun dan memberdayakan umat Islam di Indonesia secara optimal, tetapi pada kenyataan pendidikan Islam di Indonesia tidak memiliki kesempatan yang luas untuk bersaiang dalam membangun umat yang besar ini.

Baca Selengkapnya

PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU MASYARAKAT MADANI

Akhir-akhir ini sering muncul ungkapan dari sebahagian pejabat pemerintah, politisi, cendekiawan, dan tokoh-tokoh masyarakat tentang masyarakat madani (sebagai terjemahan dari kata civil society). Tanpaknya, semua potensi bangsa Indonesia dipersiapkan dan diberdayakan untuk menuju masyarakat madani yang merupakan cita-cita dari bangsa ini. Masyarakat madani diprediski sebagai masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama.

Baca Selengkapnya

PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TENTANG KONSEP PENDIDIKAN TINGGI ISLAM

Fazlur Rahman (selanjutnya ditulis “Rahman”), dapat dikategori sebagai salah seorang pemikir neomodernis yang paling serius dan produktif dan juga sebagai seorang tokoh intelektual Muslim yang memiliki latar belakang yang menarik. Rahman memiliki latar belakang tradisi keilmuan yang bertentangan : keilmuan madrasah India Pakistan yang tardisional dan keilmuan Barat yang liberal, keduanya berpengaruh dalam membentuk intelektualismenya. Agaknya, demikianlah yang dimaksud oleh Syafi’i Ma’arif – seorang yang pernah berguru kepadanya yang menyatakan bahwa dalam diri gurunya, Rahman terkumpul ilmu seorang ‘alim yang ‘alim dan ilmu seorang orientalis yang beken (Syafi’i Ma’arif, 1984 : p. vi).

“Rahman” menyuguhkan analisis perkembangan pendidikan tinggi Islam. Rahman merumuskan alternatif metodologi pemikiran keislaman, sebagai rumusan jalan keluar dari seluruh kritisisme atas sejarah pemikiran keislaman. Krisis metodologi tampaknya sangat disadari oleh Rahman sebagai penyebab kemunduran pemikiran Islam. Tampaknya bahwa alternatif metodologi dipandang Rahman sebagai titik pusat penyelesaian krisis intelektualisme Islam. Implikasi dari alternatif metodologis ini merupakan proyek besar ummat Islam mengarah pada pembaharuan pemikiran Islam. Rahman menyadari bahwa proyek besar tersebut selain memer-lukan waktu yang panjang juga memerlukan sarana penunjuang. Sarana penunjuang yang dimaksud oleh Rahman tiada lain adalah sistem pendidikan Islam, sistem pendidikan harus terlebih dahulu dimodernisasi, yakni membuatnya mampu menyokong produktivitas intelektual Islam dengan cara menaikkan standar-standar intelektualnya. 

Download Materi Lengkap PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TENTANG KONSEP PENDIDIKAN TINGGI ISLAM

PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM

Fazlur Rahman (selanjutnya ditulis Rahman), sebagai seorang tokoh intelektual Muslim yang memiliki latar belakang yang menarik. Rahman, memiliki latar belakang tradisi keilmuan madrasah India – Pakistan yang tardisional dan keilmuan Barat yang liberal. Keduanya berpengaruh dalam membentuk intelektualismenya. Syafi’i Ma’arif, yang pernah berguru kepadanya, menyatakan bahwa dalam diri gurunya [Rahman] terkumpul ilmu seorang ‘alim yang ‘alim dan ilmu seorang orientalis yang beken(Syafi’i Ma’arif, 1984:p.vi).Rahman menyuguhkan analisis perkembangan pendidikan tinggi Islam dan merumuskan alternatif metodologi pemikiran keislaman, sebagai rumusan jalan keluar dari seluruh kritisisme atas sejarah pemikiran keislaman. Krisis metodologi tampaknya sangat disadari oleh Rahman sebagai penyebab kemunduran pemikiran Islam, karena alternatif metodologi dipandangnya sebagai titik pusat penyelesaian krisis intelektualisme Islam. Implikasi dari alternatif metodologis ini, menurutnya merupakan proyek besar ummat Islam yang mengarah pada pembaharuan pemikiran Islam.

Rahman, menyadari bahwa proyek besar tersebut selain memerlukan waktu yang panjang juga memerlukan sarana penunjuang. Menurutnya sarana penunjuang yang dimaksud tiada lain adalah sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan harus terlebih dahulu dimodernisasi, membuatnya mampu menyokong produktivitas intelektual Islam dengan cara menaikkan standar-standar intelektualnya(Rahman : 134). 

Download Materi Lengkap PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM

Proses pendidikan yang berakar dari kebudayaan, berbeda dengan praksis pendidikan yang terjadi dewasa ini yang cenderung mengalienasikan proses pendidikan dari kebudayaan. Kita memerlukan suatu perubahan paradigma [paradigma shift] dari pendidikan untuk menghadapi proses globalisasi dan menata kembali kehidupan masyarakat Indonesia. Cita-cita era reformasi tidak lain ialah membangun suatu masyarakat madani Indonesia1, oleh karena itu, arah perubahan paradigma baru pendidikan Islam diarahkan untuk terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut.

Arah perubahan paradigma pendidikan dari paradigma lama ke paradigma baru, terdapat berbagai aspek mendasar dari upaya perubahan tersebut, yaitu, Pertama, paradigma lama terlihat upaya pendidikan lebih cenderung pada : sentralistik, kebijakan lebih bersifat top down, orientasi pengembangan pendidikan lebih bersifat parsial, karena pendidikan didisain untuk sektor pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik dan keamanan, serta teknologi perakitan. Peran pemerintah sangat dominan dalam kebijakan pendidikan, dan lemahnya peran institusi pendidikan dan institusi non-sekolah. Kedua, paradigma baru, orientasi pendidikan pada: disentralistik, kebijakan pendidikan bersifat bottom up, orientasi pengembangan pendidikan lebih bersifat holistik; artinya pendidikan ditekankan pada pengembangan kesadaran untuk bersatu dalam kemajemukan budaya, kemajemukan berpikir, menjunjung tinggi nilai moral, kemanusiaan dan agama, kesadaran kreatif, produktif, dan kesadaran hukum. Meningkatnya peran serta masyarakat secara kualitatif dan kuantitatif dalam upaya pengembangan pendidikan, pemberdayaan institusi masyarakat, seperti keluarga, LSM, pesantren, dunia usaha2, lemabag-lembaga kerja, dan pelatihan, dalam upaya pengelolaan dan pengembangan pendidikan, yang diorientasikan kepada terbentuknya masyarakat nadani Indonesia. 

Download Materi Lengkap PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM

« Halaman Sebelumnya Halaman Berikutnya »