Menuju Integrasi Antara Sains dan Agama

Cara memandang ilmu pengetahuan vis a vis agama secara dikotomik sudah sejak lama ditinggalkan orang. Tetapi ada saja, ketika kita mendengar kata ”sains” dan ”agama, serta merta orang akan berpkir akan sejarah hubungan seru di antara keduanya. Dalam catatan sejarah perjumpaan agama dengan sains tidak hanya berupa pertentangan belaka,[ tetapi juga orang berusaha untuk mencari hubungannya antara keduanya pada posisi yaitu sains tidak mengarahkan agama kepada jalan yang dikehendakinya dan agama juga tidak memaksanakan sains untuk tunduk pada kehendaknya.

Memang, science and religion merupakan wacana yang selalu menarik perhatian di kalangan intelektual.  Hingga kini, masih saja ada  anggapan yang kuat dalam masyarakat luas yang mengatakan bahwa ”agama” dan ”ilmu” adalah dua entitas yang tidak dapat dipertemukan.  Keduanya mempunyai wilayah masing-masing, terpisah antara satu dan lainnya, baik dari segi objek formal-material, metode penelitian, kriteria kebenaran, peran yang dimainkan oleh ilmuwan.  Ungkapan lain, ilmu tidak memperdulikan agama dan agama-pun tidak memperdulikan ilmu.

”Banyak pemikir yang sangat yakin bahwa agama tidak akan pernah dapat didamaikan dengan sains. Menurut mereka, apabila saudara seorang ilmuwan, sulitlah membanyangkan bagaimana saudara secara jujur dapat serentak ”saleh-beriman”, setidak-tidaknya dalam pengertian percaya akan Tuhan. Alasan utama mereka bahwa agama jelas-jelas ”tidak dapat membuktikan” kebenaran ajaran-ajarannya dengan tegas, sedangkan apakah sains dapat melakukan hal itu, yaitu dapat membuktikan kebenaran temuannya.

Download selengkapnya


Comments

Got something to say?