KEBIJAKAN E-LEARNING UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Issue penting pada abad millennium adalah globalisasi. Para ahli telah banyak memberikan pengertian tentang makna globalisasi. Giddens (2001) menyebutkan bahwa issue tersebut berkaitan dengan tesis bahwa kita sekarang hidup dalam satu dunia. Selanjutnya Miarso dkk. (1998) menulis bahwa salah satu fenomena yang muncul dalam era globalisasi adalah adanya dominasi budaya yang kuat dan agresif terhadap budaya yang lemah dan pasif. Budaya yang kuat dan agresif adalah budaya yang bersifat progesif dengan ciri antara lain adalah penggunaan teknologi yang senantiasa berkembang serta kemampuan dalam mengembangkan dan menyerap ilmu dan pengetahuan yang banyak dan cepat.
Dengan demikian globalisasi akan meningkatkan cakrawala intelektual dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia dan dapat dengan mudah diperoleh, juga akan meningkatkan interaksi antara warga dunia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Teknologi Informasi sebagai kunci pada era globalisasi, telah berkembang sangat pesat sehingga memungkinkan setiap orang untuk mengakses informasi secara instant dalam berbagai bentuk. Dryden (2001) menyebutkan bahwa teknologi informasi menjadi sebab terjadinya revolusi di bidang bisnis, kehidupan rumah tangga, pekerjaan, manajemen, pendidikan dan aspek kehidupan yang lain. Hal ini didukung oleh kenyataan meningkatnya penggunaan komputer dan teknologi di masyararakat dengan ciri:
- komputer akan menjadi barang yang biasa sebagaimana TV dan radio
- kecenderungan keberadaan komputer di setiap rumah, paling tidak prosentase dosen dan mahasiswa yang memiliki komputer akan meningkat setiap tahun.
- Koneksi antar komputer kedalam jaringan lokal atau internet akan semakin mudah dan murah
- E-mail akan semakin lazim digunakan sebagai alat komunikasi formal ataupun informal
- Semakin banyaknya sumber informasi yang tersedia dalam bentuk digital.
Selanjutnya secara bertahap, Negroponte (1999) memprediksi bahwa komputer-komputer pribadi akan terhubung kepada jutaan komputer lain dalam suatu jaringan sehingga menjadi suatu kekuatan baru yang menjadi dasar bagi munculnya ekonomi berbasis pada knowledge (K-Economy). Kekuatan teknologi informasi akan mengarah pada koneksi daripada komputasi. Dalam hal ini Dryden (2001) mengutip pendapat dari Kevin Kelly, editor majalah Wired, bahwa ekonomi dunia baru dipengaruhi oleh runtuhnya mikrokosmos chip dan meledaknya telekosmos koneksi. Sehingga K-Economy akan digerakkan oleh kemampuan koneksi komputer bukannya komput
Download Materi Selengkapnya KEBIJAKAN E-LEARNING UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Comments
Got something to say?
