Idul Fitri: Kembali kepada Fitrah

Puasa ramadan adalah bulan yang menghidupkan energi spiritual relegius, karena berbagai kegiatan ritual keagamaan dan berbagai kebiasaan yang dilakukan manusia. Artinya selama satu bulan penuh manusia digembleng Allah swt dalam suatu training ruhani. Patut dikatakan bahwa ibadah puasa ramadan merupakan sarana untuk mendidik, membina, melatih, membentuk kepribadian, agar menjadi peribadi dewasa, unggul, kuat rohaninya, tercerahkan perilakunya. Maka sewajarnya akhir puasa ramadan akan lahir manusia kembali ke fitrah, manusia taqwa, memiliki peribadi pesona dan lemah-lembut.

Di bulan ramadan manusia seperti memiliki sistem atau mekanisme yang selalu mengingatkan untuk tidak gampang berbuat dosa dan kemaksiatan. Karena puasa ramadan melatih diri manusia untuk membangun relasi dengan Tuhan-nya (hablun minallah) dengan berbagai kegiatan ibadah. Membangun relasi manusia dengan manusia (hablun minan naas), berupa memperhatikan dan menyantuni fakir miskin, menghargai perbedaan, membangun toleransi sesama umat manusia. Untuk itu pada akhir ramadan diharapkan lahir manusia baru atau manusia yang kembali kepada fitrah-suci. Manusia baru-fitrah adalah manusia yang membiasakan diri untuk selalu mendekatan diri kepada Allah, mengendalikan ketajaman hawa nafsu, berkata dan bersikap jujur, membangun relasi sosial yang baik,  membiasakan hidup keteraturan, tidak ada perbedaan dalam menjalankan kewajiban agama, membersihkan jiwa, membuka hati untuk tetap menjadi manusia baru.

Download selengkapnya

Comments

Got something to say?