GAGASAN MENDIRIKAN SEKOLAH TINGGI ISLAM DI INDONESIA

Masuknya gerakan pembaharuan Islam di Indonesia ditandai dengan berdirinya “Jami;at Khair” pada tahun 1905. Dari organisasi inilah kemudian menyebar ajaran-ajaran reformasi yang diperoleh dari bacaan-bacaan yang didatangkan dari luar negeri. Artinya, dengan berdirinya organisasi ini, kemudian disusul dengan berdirinya organisasi-organisasi Islam lainnya di Jawa seperti Muhammadiyah [1912] di Yogyakarta, al-Islah wal Irsyad [1914] di Jakarta, Persatuan Islam [Persis] di Bandung tahun 1923, Persatoean Oemat Islam [1917] di Majalengka, Syarikat Dagang Islam di Surakarta [1904], dan Nahdlatul Ulama [NU] di Surabaya [1926]. Maka, dapat disimpulkan bahwa tahun 1909 merupakan starting-point pembaruan pendidikan Islam dan kemudian mengantarkan sejarah pendidikan Islam ke dalam babak baru, yaitu berdirinya sekolah-sekolah yang dikelolah dengan metode pengajaran yang lebih maju, seperti sekolah yang berdiri dengan nafas reformasi Islam di Indonesia adalah Ambiya Achool di bawah pimpinan Abdullah Ahmad yang kemudian diubah menjadi sekolah Ambiyah.  Setelah itu, bermunculan sekolah-sekolah dari tingkat dasar [ibtida’iyah], menengah tingkat pertama [tsanawiyah], sekolah menengah tingkat atas [aliyah] sampai tingkat pendidikan tinggi [aljami’ah].

Download Materi Selengkapnya 
GAGASAN MENDIRIKAN SEKOLAH TINGGI ISLAM  DI INDONESIA

Comments

Got something to say?