STUDI KRITIS PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM

Review Artikel
Karya  Fazlur Rahman “Islam and Modernity,  Transformation of an Intellectual
Tradition [The University of Chicago Press, Chicago, 1982]

Oleh : HUJAIR AH. SANAKY

Berbicara tentang pembaharuan  pendidikan Islam  merupakan hal yang menarik. [ditulis Rahman], mengatakan meskipun telah dilakukan usaha-usaha Fazlur Rahman pembaharuan pendidikan Islam, namun dunia pendidikan Islam masih saja dihadapkan  kepada beberapa problem. Pendidikan Islam yang ada sekarang ini tidaklah benar-benar diarahkan kepada tujuan yang posetif.  Pendidikan Islam hanya diorientasikan kepada
kehidupan akhirat semata dan cenderung bersifat defensif, yaitu untuk menyelamatkan kaum muslimin dari pencemaran dan pengrusakan yang ditimbulkan oleh dampak gagasan

Download versi Lengkap STUDI KRITIS  PEMBAHARUAN PENDIDIKAN  ISLAM

PELAJARAN BERHARGA DARI PENGALAMAN IBADAH HAJI

Haji merupakan ibadah yang sangat istimewa bagi ummat Islam karena dijanjikan Allah bahwa pahala haji mabrur adalah surga. Dengan melaksanakan haji, seorang Muslim merasa telah menyem-purnakan kelima rukun agamanya.  Gelar haji di Indonesia juga merupakan status sosial yang dihormati sekaligus mengindikasikan tingkat kemampuan ekonomi pe-nyandangnya.

Haji secara etimologi berarti pergi menuju tempat yang diagungkan. Secara terminolagis berarti beribadah kepada Allah dengan melaksanakan “manasik haji” yaitu berupa perbauatan tertentu yang dilakukan pada waktu dan tempat tertentu dengan cara yang tertentu pula.  Apakah arti haji itu? Esensi dari haji, menurut  Ali Shariati adalah evalusi manusia menuju Allah. Haji adalah sebuah contoh simbolis dari filsafat penciptaan Adam. Dalam pelaksanaan ibadah haji berbagai hal dipertunjukkan secara bersamaan yaitu mulai dari “penciptaan”, “sejarah”, “keesaan”, “ideologi Islam” dan “ummah” [Ali Shariati : 1]. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang “manasik haji” yang optimal dari masing-masing jamaah dan bukan hanya sekedar menghafal do’a-do’a panjang yang mungkin tidak dapat dihafal dengan benar oleh jamaah haji, tetapi pemahaman tentang falsafah haji itu sendiri.
Read more

Aliran Pemikiran dalam Studi Islam

Dimensi-dimensi Islam yang dimaksud pada bagian ini adalah sisi ke-Islam-anseseorang, yaitu Islam, iman, dan ihsan, yang oleh Nurcholish Madjid, menyebutnya sebagai “trilogi ajaran ilahi”. Dimensi-dimensi Islam berawal dari sebuah hadis, yang artinya: “…. Seseorang datang menghadap beliau dan bertanya:  “Hai Rasul Allah, apakah yang dimaksud dengan iman?’ Beliau menjawab: “Iman adalah engkau percaya kepada Allah, mailaikat-Nya, kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, para utusan-Nya, dan percaya kepada kebangkitan”. Laki-laki itu kemudian bertanya lagi: “Apakah yang dimaksud dengan Islam?” Beliau menjawab: “Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak musyrik kepada-Nya, engkau tegakkan salat wajib, engkau tunaikan zakat wajib, dan engkau berpuasa pada bullion Ramadan.” Laki-laki itu kemudian bertanya lagi: “Apakah yang dimaksud dengan ihsan? “Nabi Muhammad saw menjawab: “Engkau sembah Tuhan seakan-akan engkau melihat-Nya, apabila engkau tidak melihat-Nya, maka engkau berkeyakinan bahwa Dia melihatmu….[Bukhari, I, t.th:23, dalam Atang Abd Hakim dan Jaih Mubarok, 2001:150].

Nurcholis Madjid, mengatakan bahwa “di antara perbendaharaan kata dalam agamaIslam  ialah  iman, Islam  dan  ihsan.  Berdasarkan   hadits yang terkenal di atas, ketiga istilah itu memberi  umat  Islam  [Sunni]  ide  tentang Rukun Iman yang enam, Rukun Islam yang lima dan ajaran tentang penghayatan terhadap Tuhan Yang Maha Hadir dalam hidup.  Dalam  penglihatan  itu  terkesan  adanya semacam kompartementalisasi antara  pengertian  masing-masing  istilah  itu,   seolah-olah setiap  satu  dari  ketiga  noktah  itu  dapat dipahami secara tersendiri, dapat bentuk sangkutan tertentu dengan yang lain. Sudah tentu hakikatnya tidaklah demikian. Setiap pemeluk Islam mengetahui  dengan  pasti  bahwa  Islam [al-Islam] tidak absah tanpa iman [al-iman], dan  iman  tidak  sempurna  tanpa  ihsan [al-ihsan].  Sebaliknya, ihsan adalah mustahil tanpa iman, dan iman juga tidak mungkin  tanpa  inisial  Islam.  Dalam  telaah lebih lanjut oleh para ahli, ternyata pengertian antara ketiga istilah itu terkait satu  dengan  yang  lain,  bahkan  tumpang tindih sehingga setiap satu dari ketiga istilah itu mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dalam iman terdapat Islam  dan ihsan,  dalam  Islam  terdapat  iman dan ihsan dan dalam ihsan terdapat iman dan Islam. Dari  sudut  pengertian  inilah  kita melihat iman, Islam dan ihsan sebagai trilogi ajaran Ilahi [Nurcholish Madjid,akses, 24 Maret 2003]

Download Materi Aliran Pemikiran dalam Studi Islam

Pemberdayaan Madrasah Aliyah

PENDIDIKAN SATU

PENDIDIKAN MEMILIKI BANYAK  WAJAH, SIFAT, JENIS DAN JENJANG [pendidikan keluarga, sekolah,  masyarakat, pondok pesantren, madrasah, program diploma, sekolah tinggi, institusi, universitas, dsb].

HAKEKATNYA SATU -

MEMANUSIAKAN MANUSIA”

HAKEKAT PENDIDIKAN MENGEMBANGKAN :
- Harkat dan martabat manusia
- Memanusiakan manusia – benar-benar mampu menjadi khalifah

Download Versi lengkap Pemberdayaan Madrasah Aliyah

Islam sebagai Sasaran Studi dan Penelitian

Agama Sebagai Doktrin  Untuk penelitian agama yang sasarannya adalah agama sebagai doktrin.  Agama  sebagai teologi, tidak terbatas hanya sekedar menerangkan  hubungan antara manusia  dengan Tuhan [Transendental] saja, tetapi tidak terelakan  adalah melibatkan  kesadaran berkelompok [sosiologis],  kesadaran pencarain asal-usul agama  [antropologi], pemenuhan kebutuhan untuk membentuk kepribadian yang kuat dan ketenangan jiwa [psikologis] bahkan ajaran agama tertentu dapat diteliti sejauh mana keterkaitan ajaran etikanya dengan corak pandangan hidup yang memberi dorongan yang kuat untuk memperoleh derajat kesejahteraan hidup yang optimal [ekonomi]. Apabila kita memandangan agama sebagai doktrin yang sacral, suci dan tabuh, maka tertutup untuk kajian-kajian atau penelitian. Tetapi, apabila kajian-kajian diarahkan pada elemen-elemen agama, maka terbuka pintu untuk melakukan penelitian  dan bahkan metodologi penelitian sudah pernah dirintis, yaitu ilmu ushul fiqh sebagai metode untuk mengistimbatkan hukum dalam agama Islam, dan ilmu musthalah hadis sebagai  metode untuk menilai akurasi dan  kekuatan sebab-sebab Nabi [hadis], merupakan bukti adanya keinginan untuk mengembangkan metodologi penelitian. Al-Qur’an bukan semata-mata teks puji-pujian ataupun tuntutan kesalehan pribadi dan sama halnya, karier kerasulan Nabi Muhammad juga diarahkan kepada perbaikan moral manusia dalam artian yang konkrit dan komunal, bukan hanya sekedar kepada hal-hal yang bersifat pribadi dan metafisik saja. Dengan sendirinya mendorong
para ahli hukum dan intelektual muslim untuk memandang al-Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai sumber yang mampu menjawab semua persoalan [Fazlur Rahman, 1985: 2].

Download Materi lengkap Islam sebagai Sasaran Studi dan Penelitian

Evaluasi Sistem Pendidikan (II)

PENYUSUNAN KISI-KISI : INDIKATOR, SUMBER DATA, METODE, PENYUSUNAN INSTRUMEN EVALUASI PROGRAM DAN PENYUSUNAN DRAF PROPOSAL EVALUASI PROGRAM

Downlaod Materi lengkap Evaluasi Sistem Pendidikan (II)

Evaluasi Sistem Pendidikan

TUJUAN
- PERBANDINGAN ANTARA EVALUSI     PROGRAM DENGAN PENELITIAN
- MANFAAT DAN TINDAK LANJUT  EVALUATOR PROGRAM

Download Materi Lengkap Evaluasi Sistem Pendidikan

ISlam dan Studi Islam

Studi Islam, adalah pengkajian tentang ilmu-ilmu ke-Islaman. Ilmu-ilmu Islam, meliputi aspek “kepercayaan” normative-dogmatif yang bersumber dari wahyu dan aspek “perilaku manusia” yang lahir oleh dorongan kepercayaan, kemudian menjadi kenyataan-kenyataan emperik [Mattulada, dalam Taufuk Abdullah dan M. Rusli Karim, 1989:5].  Maka, yang dimaksud dengan ilmu-ilmu ke-Islam-an adalah pengkajian yang tidak hanya kepada aspek-aspek normative dan dogmatif saja, tetapi pengkajian menyangkut dengan aspek sosiologis.

Pengkajian “agama”, hendaknya dibedakan  dari “studi Islam” [Mattulada, dalam Taufik Abdullah dan M Rusli Karim, 1988:11]. Pengkajian agama agaknya menjadi sasaran bagi “pendidikan keimanan” terhadap sesuatu agama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pengkajian “agama Islam” adalah upaya atau usaha pendidikan keimanan dalam Islam bagi kaum muslimin dan pengkajian agama Islam merupakan salah satu dari kegiatan ilmu Islam atau studi Islam. Sedangkan, studi Islam adalah pengkajian terhadap semua ilmu yang diperlukan oleh seorang muslim dalam kehidupan dunia untuk kebahagian dan keselamatan duniawi dan ukhrawi.

Download Materi Lengkap Islam dan Studi Islam

Evaluasi Sistem Pendidikan

MENATA ULANG PEMIKIRAN
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DALAM ABAD 21

PARADIGMA KEBERAGAMAAN
PARADIGMA PEMIKIRAN KEILMUAN
-   PARADIGMA BARU   PENDIDIKAN NASIONAL ABAD

Download  Materi Evaluasi Sistem Pendidikan

Kriteria Mendesain Media Pembelajaran

TEKNIK PRESENTASI

LATIHAN MENGGUNAKAN MEDIA PENGAJARAN ü MAHASISWA LATIHAN MENENTUKAN PEMILIHAN MEDIA DAN DISAIN MEDIA PENGAJARAN ü MAHASISWA LATIHAN MENGGUNAKAN MEDIA  PENGAJARAN DALAM PROSESE BELAJAR  MENGAJAR ü TEKNIK PRESENTASI

Download  Kriteria Mendesain Media Pembelajaran

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline