PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM MASA MODERN

Periode ini merupakan zaman kebangkitan Islam. Ekspedisi Napoleon di Mesir yang berakhir di tahun 1801 M, membuka mata dunia Islam, terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat Islam di samping kemajuan dan kekuatan Barat. Maka Raja dan pemuka-pemuka Islam mulai berpikir dan mencari jalan untuk mengembangkan balance of power, yang telah pincang dan membahayakan Islam. Kontak Islam dengan Barat sekarang berlainan dengan kontak Islam dengan Barat di Periode Klasik. Pada waktu itu Islam sedang naik dan Barat sedang dalam kegelapan. Sekarang sebaliknya, Islam sedang dalam kegelapan dan Barat sedang menaik dan kini Islam ingin belajar dari Barat

Download Materi Selengkapnya  PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM MASA  MODERN

PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAMBN PADA PERIODE PERTENGAHAN [1250 – 1800 M]

Pada mada pertengahan ini, pembahasan difokuskan pada faktor kemajuan, kemunduran, dan kehancuran khilafah Abbasiyah. Masa ini merupakan awal kemunduruan bagi umat islam, setelah lebih dari lima abad [132-656 H/750-1258 M] mampu membentuk dan mengembangkan kebudayaan Islam hingga mampu membawa peradaban yang tinggi dan mengalami kejayaan dibawah pemerintahan daylat Abbasiyah

Download Materi Selengkapnya PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAMBN PADA PERIODE PERTENGAHAN [1250 – 1800 M]

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM PADA PERIODE KLASIK [650 – 1800 M]

Harun Nasution, membagi Sejarah Perkembangan Peradaban Islam ke dalam tiga  periode yaitu [1] periode klasik [650-1250 M],  dibagi dalam dua masa : [a] masa kemajuan Islam I [650-100], [b] masa disintegrasi [1000 – 1250 M]. [2]  Periode pertengahan [1250 – 1800], dan [3] Periode Modern [1800 M. Untuk periode modern akan dibicarakan pada bagian tersendiri.   Periode klasik ini dapat dibagi ke dalam dua masa, yaitu masa Kamajuan Islam I dan masa Disintegrasi

 Download Materi Selengkapnya
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN  PERADABAN ISLAM PADA PERIODE KLASIK  [650 – 1800 M]

PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD

 Kata Islam pada  dasar etimologinya mempunyai pengertian “penyerahan diri”  kepada sesuatu yang diyakini kebenarannya yang mempunyai otoritas transenden. Dalam bahasa Marshal G.S. Hodgson dikatakan, “accepting a personal responsibility for standard of action held to have transcendent authority, a personal acceptance of godly ideals”

 Sejak awal perkembangannya, Islam tumbuh dalam pergumulan dengan pemikiran dan peradaban umat manusia yang dilewatinya dan karena terlibat dalam proses dialektika yang di dalamnya terjadi pengambilan dan pemberian. Dari kebudayaan Arab, Islam telah mengambil, memelihara dan mengembangkan beberapa hal   dari kebudayaan Arab.  Pada masa klasik merupakan masa cikal bakal pertumbuhan dan pembentukan peradaban Islam dan peradaban Islam dibangun dengan menjadikan agama Islam sebagai dasar pembentukannya.

Download Materi Selengkapnya :
 PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD

SIKAP ISLAM, KEDATANGAN ISLAM, DAN KEGUNAAN KAJIAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM

1. Sikap Islam terhadap Pemikiran dan Peradaban

Secara tekstual sejak 14 abad yang lalu, al-Qur’an telah menegaskan bahwa Islam adalah ajaran universal yang visi dan misi kebenaran ajarannya melampaui batas-batas suku, etnis, bangsa dan bahasa yaitu “rahmatan lil alamin” . Oleh karena itu, berbagai seruan dalam al-Qur’an yang banyak menggunakan ungkapan berciri “kosmopolitanisme”  dan “globalisme”.  Qur’an menunjukkan konsen pluaralismenya, yang ditandai dengan banyak firman Allah yang dimulai dengan ungkapan “Wahai manusia” ….., bahkan lebih dari itu, Islam sebagai agama penutup secara instrinsik jangkauan da’wahnya mendunia, bukan hanya pada suku, rasial, kelompok seperti agama-ama yang mendahuluinya

Download Materi Selengkapnya SIKAP ISLAM, KEDATANGAN ISLAM, DAN KEGUNAAN KAJIAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM

PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM : HUBUNGAN AGAMA DENGAN KEBUDAYAAN

Apakah agama itu kebudayaan? Jawaban pertanyaan ini telah  menimbulkan berbagai perdebatan, suatu pihak menyatakan bahwa agama bukan kebudayaan, sementara pihak yang lainnya menyatakan bahwa agama adalah kebudayaan[1]. Kelompok orang yang tidak setuju dengan pandangan bahwa agama itu kebudayaan adalah pemikiran bahwa agama itu bukan berasal dari manusia, tetapi datang dari Tuhan, dan sesuatu yang dating dari Tuhan tentu tidak dapat disebut kebudayaan. Kemudian, sementara orang yang menyatakan bahwa agama adalah kebudayaan, karena praktik agama tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan. Memang benar bahwa wahyu yang menjadi sandaran fundamental agama itu datang dari Tuhan, akan tetapi realisasinya dalam kehidupan adalah persoalan manusia, dan sepenuhnya tergantung pada kapasitas diri manusia sendiri, baik dalam hal kesanggupan “pemikiran intelektual” untuk memahaminya, maupun kesanggupan dirinya untuk menjalankannya dalam kehidupan. Maka dalam soal ini, menurut pandangan ini realisasi dan aktualisasi agama sesungguhnya telah memasuki wilayah kebudayaan, sehingga “agama mau tidak mau menjadi soal kebudayaaN”

Download Materi Selengkapnya PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM : HUBUNGAN AGAMA DENGAN KEBUDAYAAN

PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM : MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Pembicaraan tentang manusia tidak dapat dilepaskan dari peradaban dan kebudayaan, begitu juga sebaliknya pembicaraan tentang peradaban tidak dapat dilepaskan dari konteks kedudayaan dan tidak dapat dilepaskan dari manusia sebagai pelakunya, pencipta dan pengguna.  Timbul pertanyaan, siapakan manusia itu, darimana asalnya, bagaimana manusia diciptakan, bagaimana ia berkembang sehingga memiliki daya dan keagungan rohani, yang dapat membedakannyanya dengan makhluk lain?

Download Materi Selengkapnya PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM : MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Learning Contract : PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM

Mata kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam, merupakan Mata kuliah Universitas [kurikulum lokal] yang diberikan pada semester IV [empat] untuk semua Program Studi di lingkungan Universitas Islam Indonesia dengan bobot  2 SKS.  

Sesuai dengan Visi dan Misi Universitas dan jurusan, maka secara ideal matakuliah ini diharapkan dapat mewujudkan pendidikan agama secara terpadu di Universitas Islam Indonesia. Di sisi lain, matakuliah ini memberikan kemampuan dasar bagi mahasiswa untuk memahami  pemikiran dan peradaban Islam secara mendasar.  Maka, matakuliah ini terkait dengan perkembangan pemikiran dan peradaban Islam sejak zaman pra-Islam sampai dengan perkembangan pemikiran peradaban Islam di Indonesia dan sampai pada masa berdirinya Sekolah Tinggi Islam [STI] yang merupakan cikal bakal UII.

Dengan demikian, pembahasan mata kuliah ini menampilkan aspek-aspek pemikiran Islam yang sangat plural seperti dalam bidang teologi, ketatanegaraan, hukum, filsafat, tasawuf dan lain-lain yang muncul dan berkembang semenjak masa klasik hingga kontemporer.

Downlaoad Contoh Materi
Learning Contract : PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM

MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI BERBASISI PADA TOTAL QUALITY

Pendidikan tinggi hendaknya diselenggarakan dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang fleksibel dan dinamis agar memungkinkan setiap perguruan tinggi untuk berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing dan tuntutan eksternal yang dihadapinya. Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat/seni, dan profesi. Luther Gulick mengatakan manajemen sebagai ilmu, karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Follet,  mengatakan sebagai kiat/seni, karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Disisi lain manajemen, dipandang sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer, dan para profesional dituntut oleh suatu kode untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelumnya

Download Materi Selengkapnya
MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI BERBASISI PADA TOTAL QUALITY

MELALUI TAMAN BERWAWASAN LINGKUNGAN MERAJUT PARADIGMA PENDIDIKAN BARAT DAN TIMUR

Istilah yang selama populer di dunia pendidikan dan masyarakat adalah pesantren. Tapi saat ini ada istilah yang muncul adalah “Pesan Trend” Budaya Ilmu Giri,  yang dibangun dan dikelola oleh KH. M. Nasruddin Anshoriy Ch., seorang ustadz muda yang memiliki semangat dan jiwa perjuangan untuk membangun “Pesan Tren” tersebut.  Ketika ditanya tentang latarbelakang nama “Pesan Trend” Budaya ini,  Ustadz KH. M. Nasruddin Anshoriy Ch., memaparkan bahwa istilah dan konsep ini bukan untuk gagah-gagahan semata, tetapi menurutnya melalui “Pesan Trend” ini diharapkan muncul dakwah, menyampaikan pesan Ilahiyah, dan pesan kenabian yakni Dienul Islam pembawa rahmah bagi manusia dan seluruh alam sesuai dengan konteks masyarakat, lingkungan, budaya, dan zaman yang tidak rigid.

Download Materi Lengkap
PARADIGMA PENDIDIKAN BARAT DAN TIMUR

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »