PARADIGMA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI INDONESIA PASCA REFORMASI ANTARA MITOS DAN REALITAS
Abstrak : Ada berbagai masalah dalam dunia pendidikan kita yang belum teratasi. Beberapa masalah tersebut antara lain kinerja yang tidak pas dengan tujuan umum pendidikan nasional, produk pendidikan yang belum siap pakai atau tidak sesuai dengan ketersediaan lapangan kerja, rangking pendidikan kita di mata dunia yang setara dengan negara-negara miskin atau baru merdeka, dll. Dalam situasi seperti itu telah bergulir pula gelombang reformasi yang menghendaki adanya perubahan. Dengan kata lain, dalam menyongsong berbagai kecenderungan yang aktual tidak ada alternatif lain selain perlu penataan kembali terhadap dunia pendidikan mulai dari filsafat/tujuan pendidikan sampai ke manajemen pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, substansi pengajaran, pendanaan pendidikan
Download File Selengkapnya PARADIGMA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI INDONESIA PASCA REFORMASI ANTARA MITOS DAN REALITAS
ANTARA SAINS DAN ORTODOKSI ISLAM
A. PENDAHULUAN Seyyed Hossein Nasr adalah seorang tokoh pemikir yang unik di dunia Islam. Keunikan pribadi dan pemikiran Seyyed Hossein Nasr karena lahir dari tradisi Sufi-Syi’ah yang dipadu dengan pemikiran Barat modern. Nasr lahir dari keluarga berlatar belakang Sufi terkenal di Persia yang memiliki afiliasi-afiliasi dengan tarekat-tarkat sufi di Persia. Persia, selama ini memang dikenal sebagai gudangnya ilmu, terutama khazanah ilmu-ilmu Islam klasik, semisal filsafat Islam klasik.
PRAKTIK MENDISAIAN, MENGGUNAKAN DAN TEKNIK PRESENTASI
PRAKTIK MENDISAIAN, MENGGUNAKAN DAN TEKNIK PRESENTASI
- LATIHAN MENDISAIN MEDIA PENGAJARAN
- LATIHAN MENGGUNAKAN MEDIA PENGAJARAN
- MAHASISWA LATIHAN MENENTUKAN [MEMILIH] MEDIA DAN MENDISAIN MEDIA PENGAJARAN MAHASISWA LATIHAN MENGGUNAKAN MEDIA PENGAJARAN DALAM PROSESBELAJAR MENGAJAR
- TEKNIK PRESENTASI
DOWNLOAD MATERI SELENGKAPNYA PRAKTIK MENDISAIAN, MENGGUNAKAN DAN TEKNIK PRESENTASI
PENGENALAN BERBAGAI MEDIA DI LINGKUNGAN SEKOLAH [BAGIAN II]
FUNGSI :
- MENARIK PERHATIAN
- MEMPERJELAS SAJIAN IDE
- MENGILUSTRASIKAN FAKTA YG. CEPAT
DILUPAKAN – DIABAIKAN BILA TDK.
VISUALISASIKAN
- SEDERHANA
- MUDAH PEMBUATANNYA
Download Materi Selengkapnya PENGENALAN BERBAGAI MEDIA DI LINGKUNGAN SEKOLAH [BAGIAN II]
Penggunaan Media Pengajaran
- PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DLM PEMBELAJARAN
- NILAI DAN KEGUNAAN MEDIA PENGAJARAN
PENGERTIAN MEDIA PENGAJARAN
- PENGERTIAN
- TUJUAN, MANFAAT, DAN FUNGSI MEDIA PENGAJARAN
- PERTIMBANGAN DAN KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PENGAJARAN
- MELIHAT DAN MEMBACA PESAN-PESAN
Download Materi Lengkap Pengertian Media Pengajaran
ILMU DAN AGAMA KAJIAN PEMIKIRAN HOLMES ROLSTON TENTANG AGAMA DAN PSIKOLOGI1
Perkembangan selama ini menunjukkan bahwa sains didominasi oleh aliran positivisme, sebuah aliran yang sangat menuhankan metode ilmiah dengan menempatkan asumsi-asumsi metafisis, aksiologis dan epistemologis. Menurut aliran ini, sains mempunyai reputasi tinggi untuk menentukan kebenaran, sains merupakan “dewa” dalam beragam tindakan [sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain]. Agama hanyalah merupakan hiasan belaka ketika tidak sesuai dengan sains, begitu kira-kira kata penganut aliran positivisme2.
PERKEMBANGAN METODE TAFSIR MENGIKUTI
Al-Qur’an diturunkan Allah kepada ummat manusia dijadikan sebagai hudan, bayyinat, dan furqan. Al-Qur’an selalu dijadikan sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan dan al-Qur’an merupakan kitab suci ummat Islam yang selalu revan sepanjang masa. Relevansi kitab suci ini terlihat pada petunjuk-petunjuk yang diberikannya kepada umat manusia dalam aspek kehidupan. Inilah sebabnya untuk memahami al-Qur’an di kalangan ummat Islam selalu muncul di permukaan, selaras dengan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Allah berfirman: إِنَّ هَذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ “sesungguhnya al-Qur’an memberi petunjuk kepada [jalan] yang lebih lurus”.
SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME GURU
Profesionalisme guru, tentu harus terkait dan dibangun melelui penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas dan pekerjaannya sebagai guru. Kompetensi-kompetensi penting jabatan guru tersebut adalah : Kompotensi profesional, yaitu kompetensi pada bidang substansi atau bidang studi, kompetensi bidang pembelajaran, metode pembelajaran, sistem penilaian, pendidikan nilai dan bimbingan. Kompetensi sosial, yaitu kompetensi pada bidang hubungan dan pelayanan, pengabdian masyarakat. Kompetensi personal, yaitu kompetensi nilai yang dibangun melalui perilaku yang dilakukan guru, memiliki pribadi dan penampilan yang menarik, mengesankan serta guru yang gaul dan “funky” sehingga menjadi dambaan setiap orang, sosok guru yang menjadi tauladan bagi siswa dan panutan masyarakat. Penilaia terhadap profesi guru tidak hanya sekedar pada aspek kualitas, administrasi dan manajemen saja, tetapi masalah guru lebih luas dan kompleks, menyangkut kemampuan profesional, personal, sosial termasuk perilaku dan kurangnya penghargaan yang layak terhadap profesi guru. Penilaian harus dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi pada bidang kependidikan.
Kata Kunci : Sumber daya kependidikan yang berkualitas dan profesional
Download Materi Lengkap SERTIFIKASI DAN PROFESIONALISME GURU
ASAL USUL DAN KARAKTER MADRASAH
Artikel yang ditulis oleh A.L.Tibawi didasarkan pada artikel DR. Goerge Makdisi yang berjudul “Lembaga-lembaga Pendidikan Muslim pada abad 12 di Bagdad”. Menurut Tibawi artikel George Makdisi merupakan suatu kajian yang teliti, lebih dari sebuah catatan mosaik terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam. Artikel George Makdisi melampaui sebuah tesis atau sudah bisa dikategori sebuah tesis. Artikel ini membahas tentang karakter pendidikan madrasah pada umumnya dan khususnya madrasah yang didirikan oleh “Nizam al-Mulk” di Bagdad. Tetapi pada artikel tersebut Tibawi mempertanyakan beberapa hal dalam artikel tersebut, karena tidak ada dokumen (tidak ada bukti) yang mendukung dan sangat meragukan, untuk itu Tibawi menolak ada alasan untuk menolak beberapa hal yang dikemukakan George Makdisi dalam artikelnya.