TIPOLOGI PEMIKIRAN PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Tipologi adalah ilmu watak golongan-golongan menurut tipe, corak watak masing-masing . Pemikiran sering diartikan sebagai produk pikir yang secara sadar dan tegas . Pembaruan merupakan proses cara perbuatan membarui. Sedangkan pendidikan merupakan sistem untuk meningkatkan kwalitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Dari pengertian diatas Tipologi Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia adalah golongan-golongan tipe, corak sebagai pilihan dari beberapa kemungkinan yang secara sadar dan tegas diungkapkan untuk memperbaharui pendidikan Islam di Indonesia. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran pembaruan pendidikan Islam dan diharapkan dapat meningkatkan kwalitas hidup manusia Indonesia dalam segala aspek kehidupan , mampu menciptakan kehidupan masyarakat Indonesia, yang notabene mayoritas Islam, dapat memelopori, menjadi uswah, menyumbangkan kebudayaan-kebudayaan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang akan menjadi sentral figur, baik bagi masyarakat muslim Indonesia, maupun seluruh masyakat, bangsa Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika.
PEMIKIRAN PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Membincangkan pendidikan berarti membincangkan masalah diri manusia sendiri sebagai makhluk Tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah-Nya di muka bumi dalam kerangka mengabdi kepada-Nya. Pendidikan Islam dikaitkan dengan konsepsi kejadian manusia yang dari sejak awal kejadiannya sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna yang dibekali potensi hidayah akal dan ilmu, maka itu merupakan proses panjang yang tidak berkesudahan sehingga siap untuk memikul amanat Tuhan dan tanggung jawab, sepanjang dunia masih ada.
ALIRAN TEORI PENDIDIKAN JAWWAD IMPLEMENTASINYA DALAM CORAK PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Aktivitas kependidikan Islam timbul sejak adanya manusia itu sendiri (Nabi Adam dan Hawa), bahkan ayat Quran yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollahu ‘alaihi wassalam, adalah bukan perintah tentang sholat, puasa, dan lainnya, tetapi justru perintah iqra’ (membaca, merenung, menelaah, meneliti atau mengaji) atau perintah untuk mencerdaskan kehidupan manusia yang merupakan inti dari aktivitas pendidikan. Menurut Muhaimin, dari sinilah manusia memikirkan, menelaah dan meneliti bagaimana pelaksanaan pendidikan itu, sehingga muncullah pemikiran dan teori-teori pendidikan Islam. Karena itu, menurut Abd al-Gani ‘Ubud, seperti yang dikutip Muhaimin menyatakan bahwa tidak mungkin ada kegiatan pendidikan Islam dan sistem pengajaran Islam, tanpa teori-teori atau pemikiran pendidikan Islam
Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2006) hal 15.
GAGASAN MENDIRIKAN SEKOLAH TINGGI ISLAM DI INDONESIA
Masuknya gerakan pembaharuan Islam di Indonesia ditandai dengan berdirinya “Jami;at Khair” pada tahun 1905. Dari organisasi inilah kemudian menyebar ajaran-ajaran reformasi yang diperoleh dari bacaan-bacaan yang didatangkan dari luar negeri. Artinya, dengan berdirinya organisasi ini, kemudian disusul dengan berdirinya organisasi-organisasi Islam lainnya di Jawa seperti Muhammadiyah [1912] di Yogyakarta, al-Islah wal Irsyad [1914] di Jakarta, Persatuan Islam [Persis] di Bandung tahun 1923, Persatoean Oemat Islam [1917] di Majalengka, Syarikat Dagang Islam di Surakarta [1904], dan Nahdlatul Ulama [NU] di Surabaya [1926]. Maka, dapat disimpulkan bahwa tahun 1909 merupakan starting-point pembaruan pendidikan Islam dan kemudian mengantarkan sejarah pendidikan Islam ke dalam babak baru, yaitu berdirinya sekolah-sekolah yang dikelolah dengan metode pengajaran yang lebih maju, seperti sekolah yang berdiri dengan nafas reformasi Islam di Indonesia adalah Ambiya Achool di bawah pimpinan Abdullah Ahmad yang kemudian diubah menjadi sekolah Ambiyah. Setelah itu, bermunculan sekolah-sekolah dari tingkat dasar [ibtida'iyah], menengah tingkat pertama [tsanawiyah], sekolah menengah tingkat atas [aliyah] sampai tingkat pendidikan tinggi [aljami'ah].
Download Materi Selengkapnya
GAGASAN MENDIRIKAN SEKOLAH TINGGI ISLAM DI INDONESIA
PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM MASA MODERN (MASA PEMBEBASAN)
- 1. Masa Pembebasan dari Kolonial Barat
Dunia Islam abad XX ditandai dengan kebangkitan dari kemunduran dan kelemahan secara budaya maupun politik setelah kekuatan Eropa mendominasi mereka. Eropa bisa menjajah karena keberhasilannya dalam menerapkan strategi ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengelola berbagai lembaga pemerintahan. Negeri-negeri Islam menjadi
Download Materi Selengkapnya PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM MASA MODERN (MASA PEMBEBASAN)
ISLAM DI SPANYOL DAN PENGARUHNYA TERHADAP
Ketika periode klasik Islam mulai memasuki masa kemunduran, Eropa mulai bangkit dari keterbelakangannya. Kebangkitan Eropa bukan saja terlihat dalam bidang politik dengan keberhasilan mereka mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi kemajuan mereka terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan dalam bidang inilah yang mendukung keberhasilan politiknya. Dalam catatan sejarah Islam, kemajuan-kamajuan Eropa ini tidak dapat dipisahkan dari pemerintahan Islam di Spanyol. Dari Spanyol Islamlah, Eropa banyak menimba ilmu, karena pada periode klasik, ketika Islam mencapai masa keemasannya, Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting, menyaingi Baghdad di Timur. Ketika itu, orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di perguruan-perguruan tinnggi Islam di Spanyol Islam. Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa, karena itu kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarawan
Download Materi Selemgkapnya ISLAM DI SPANYOL DAN PENGARUHNYA TERHADAP
PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM MASA MODERN
Periode ini merupakan zaman kebangkitan Islam. Ekspedisi Napoleon di Mesir yang berakhir di tahun 1801 M, membuka mata dunia Islam, terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat Islam di samping kemajuan dan kekuatan Barat. Maka Raja dan pemuka-pemuka Islam mulai berpikir dan mencari jalan untuk mengembangkan balance of power, yang telah pincang dan membahayakan Islam. Kontak Islam dengan Barat sekarang berlainan dengan kontak Islam dengan Barat di Periode Klasik. Pada waktu itu Islam sedang naik dan Barat sedang dalam kegelapan. Sekarang sebaliknya, Islam sedang dalam kegelapan dan Barat sedang menaik dan kini Islam ingin belajar dari Barat
Download Materi Selengkapnya PEMIKIRAN PERADABAN ISLAM MASA MODERN
PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAMBN PADA PERIODE PERTENGAHAN [1250 – 1800 M]
Pada mada pertengahan ini, pembahasan difokuskan pada faktor kemajuan, kemunduran, dan kehancuran khilafah Abbasiyah. Masa ini merupakan awal kemunduruan bagi umat islam, setelah lebih dari lima abad [132-656 H/750-1258 M] mampu membentuk dan mengembangkan kebudayaan Islam hingga mampu membawa peradaban yang tinggi dan mengalami kejayaan dibawah pemerintahan daylat Abbasiyah
Download Materi Selengkapnya PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAMBN PADA PERIODE PERTENGAHAN [1250 – 1800 M]
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM PADA PERIODE KLASIK [650 – 1800 M]
Harun Nasution, membagi Sejarah Perkembangan Peradaban Islam ke dalam tiga periode yaitu [1] periode klasik [650-1250 M], dibagi dalam dua masa : [a] masa kemajuan Islam I [650-100], [b] masa disintegrasi [1000 - 1250 M]. [2] Periode pertengahan [1250 - 1800], dan [3] Periode Modern [1800 M. Untuk periode modern akan dibicarakan pada bagian tersendiri. Periode klasik ini dapat dibagi ke dalam dua masa, yaitu masa Kamajuan Islam I dan masa Disintegrasi
Download Materi Selengkapnya
SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM PADA PERIODE KLASIK [650 – 1800 M]
PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD
Kata Islam pada dasar etimologinya mempunyai pengertian “penyerahan diri” kepada sesuatu yang diyakini kebenarannya yang mempunyai otoritas transenden. Dalam bahasa Marshal G.S. Hodgson dikatakan, “accepting a personal responsibility for standard of action held to have transcendent authority, a personal acceptance of godly ideals”
Sejak awal perkembangannya, Islam tumbuh dalam pergumulan dengan pemikiran dan peradaban umat manusia yang dilewatinya dan karena terlibat dalam proses dialektika yang di dalamnya terjadi pengambilan dan pemberian. Dari kebudayaan Arab, Islam telah mengambil, memelihara dan mengembangkan beberapa hal dari kebudayaan Arab. Pada masa klasik merupakan masa cikal bakal pertumbuhan dan pembentukan peradaban Islam dan peradaban Islam dibangun dengan menjadikan agama Islam sebagai dasar pembentukannya.
Download Materi Selengkapnya :
PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD